Wakil Sekjen PBB Puji Ketangguhan Mahasiswa Bali Menghadapi Ancaman Bencana |
Climate Change

Wakil Sekjen PBB Puji Ketangguhan Mahasiswa Bali Menghadapi Ancaman Bencana |

Untungnya, alarm yang mendorong mereka untuk mengungsi, hanyalah latihan latihan, tetapi dengan mengikuti rute evakuasi yang direncanakan, para siswa mengatakan bahwa mereka merasa yakin bahwa mereka dapat merespons dengan cepat dan tenang dalam keadaan darurat apa pun.

Saya akan memberi tahu orang tua saya, keluarga saya, dan saya akan mencoba yang terbaik untuk menjaga mereka tetap aman,” kata siswa kelas empat, Ni Putu Anika Desintha Pradnyan Dewi, kepada Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed setelah latihan gempa dan tsunami.

Menceritakan pada dunia

Wakil Sekjen yang berada di Bali menjelang Forum Pemangku Kepentingan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ketujuh pada Rabu, sebaliknya berjanji sekembalinya ke Markas Besar PBB, ia akan “beri tahu siswa di New York City, tentang kepemimpinan yang ditunjukkan siswa Bali, selama latihan”, dan seberapa tangguh siswa secara keseluruhan di Bali.

Membangun ketahanan masyarakat dan bangsa adalah fokus utama GPDRR, pertemuan terkemuka dunia dalam mengurangi risiko bencana.

Untuk negara tuan rumah Indonesia, yang berada di Lingkar Api Pasifik yang bergejolak dengan lempeng tektoniknya yang bergeser, ketahanan adalah keharusan nasional.

Indonesia mencatat lebih dari 3.000 bencana di 17.000 pulaunya pada tahun 2021, setara dengan delapan bencana per hari. Gempa bumi dan tsunami merupakan ancaman yang sangat serius bagi Indonesia.

Pada tahun 2004, tsunami Samudera Hindia menewaskan sekitar 230.000 orang, kebanyakan dari mereka di provinsi Aceh barat negara itu. Dan baru-baru ini pada 2018, gempa dan tsunami Palu menewaskan lebih dari 4.300 orang di Sulawesi.

Tetapi krisis COVID-19 telah mengerdilkan bencana-bencana itu. Dampak sosial ekonominya secara tidak proporsional merugikan kaum muda, perempuan dan anak perempuan; serta masyarakat adat dan populasi rentan lainnya sebagian besar berisiko tertinggal.


Wakil Sekjen PBB Puji Ketangguhan Mahasiswa Bali Menghadapi Ancaman Bencana |

UNDRR/Antoine Tardy

Anak-anak sekolah di Bali mempraktikkan kesiapsiagaan tsumani.

Bencana menyentuh ‘setiap aspek kehidupan’

Itu terutama terlihat di Bali, di mana penurunan pariwisata yang didorong oleh pandemi menyebabkan hilangnya mata pencaharian dan kerawanan pangan secara luas.

“Dampak pandemi berfungsi sebagai pengingat bagaimana bencana menyentuh setiap aspek kehidupan, mulai dari kesehatan hingga pendidikan, hingga pekerjaan dan mata pencaharian, hingga kesetaraan gender, hingga nutrisi, hingga perdamaian dan keamanan,” kata wakil kepala PBB itu kepada audiensi pejabat lokal dan tokoh masyarakat di Bali.

“Memang, bencana merupakan ancaman besar bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Mereka memiliki potensi, dalam hitungan menit dan jam, untuk menghapus hasil kerja pembangunan selama bertahun-tahun.”

Meskipun tsunami dan gempa bumi dapat menghancurkansebagian besar bencana yang menyebabkan 665 korban jiwa di Indonesia pada tahun 2021 dan menelantarkan lebih dari delapan juta orang, adalah banjir dan kejadian cuaca ekstrem lainnya, seperti tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan.

Meningkatnya frekuensi dan keparahan peristiwa semacam itu hanyalah salah satu konsekuensi dari darurat iklim global.


Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed bertemu dengan siswa di Sekolah Dasar Tanjong Benoa di Bali, Indonesia.

UNDRR

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed bertemu dengan siswa di Sekolah Dasar Tanjong Benoa di Bali, Indonesia.

Menghilangnya mangrove

Menyusutnya hutan bakau, adalah salah satu penyebab – dan akibat – dari perubahan iklim yang jarang dilaporkan. Mangrove dapat menyerap empat kali jumlah karbon dibandingkan hutan hujan. Tetapi mereka juga berfungsi sebagai garis pertahanan terakhir terhadap tsunami.

Setelah tsunami Samudra Hindia 2004, studi lapangan di beberapa negara yang terkena dampak menunjukkan bahwa hutan bakau telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan nyawa manusia dan harta benda.

Namun di seluruh dunia, mangrove berada di bawah ancaman. Area tutupan bakau berkurang lebih dari satu juta hektar, antara tahun 1990 dan 2020, menurut badan pangan PBB, FAO.


Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina J Mohammed memimpin delegasi PBB di Bali untuk berpartisipasi dalam program yang dipimpin pemerintah untuk menanam 10 juta pohon bakau di 34 provinsi di Indonesia.

UNDRR/Antoine Tardy

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina J Mohammed memimpin delegasi PBB di Bali untuk berpartisipasi dalam program yang dipimpin pemerintah untuk menanam 10 juta pohon bakau di 34 provinsi di Indonesia.

Pohon untuk masa depan

Di Bali, Wakil Sekretaris Jenderal PBB bergabung dengan sejumlah mahasiswa untuk menanam pohon bakau di dekat ibu kota provinsi Denparsar, sebagai bagian dari inisiatif Pemerintah Indonesia yang didukung UNDRR yang lebih luas yang bertujuan untuk menanam 10 juta pohon bakau di 34 provinsi di Indonesia.

“Anda sudah menjadi pemimpin,” katanya kepada mahasiswa Indonesia yang memimpin inisiatif penanaman pohon lokal di dekat Denpasar, “jadi ajari mereka yang datang di belakangmu, ajari mereka yang di depanmu, terutama pemimpin yang belum cukup melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dengan lingkungansehingga mereka dapat memenuhi Perjanjian Paris, sehingga mereka dapat memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).”